Negeri Tanpa Waktu
Esok aku akan pergi ke negeri tanpa waktu
tanpa cahaya dan gelap malam nyaris sebagai hiasan di atas kepala
negeri yang jauh tanpa kata-kata, tanpa berita
di situ aku akan menemui seorang wanita berkerudung jingga
ia telah lama menunggu, katanya
menanti kesepakatan pada dunia yang ia khianati
padanya, ia telah bersumpah untuk membendung air mata
dan menjadikan keabadian sebagai titian
jauh-jauh dari hiruk pikuk dan kecemasan
ingin segera aku bertemu dengannya
selekas, tapi
di sana tak ada waktu, entahlah....
(RM, tanah patah--okt 2005--ramadhan 17)

0 Comments:
Post a Comment
<< Home