Perjanjian dengan Angin
Untuk waktu yang sudah lewat
kau tidak bisa berkata tidak
menuangnya ke dalam bejana kenangan dan mengaduknya
dalam tangisan di satu malam, kelak suatu hari nanti
Untuk perjanjian yang telah sama-sama kita khianati
kau tidak bisa berbalik arah dan memukul
sebab angin berlalu menyanyikan ayat-ayat takdir
istirahat hanya akan memberikan kesempatan kepadanya untuk
menikam dan menuntut sebuah pengorbanan
nilai yang telah kita torehkan pada dinding-dinding kenyataan
adalah titah sang raja yang tak pernah sanggup kita tolak
nun jauh di seberang kenangan,
kenapa kau tiba-tiba hadir secara mengejutkan.
bengkulu, ramadhan 1426 h
